Minggu, 13 September 2009

laporan tugas lab

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN FISIKA
PROGRAM STUDI GEOFISIKA


Laporan Praktikum Fisika Dasar
KELEMBABAN UDARA
(K.1.2)





Disusun Oleh

ARIS KRISWANTO

08/270374/PA/12287


YOGYAKARTA
SEPTEMBER
2009
KELEMBABAN UDARA
(K.1.2)
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari hari kelembaban udara sadalah sesuatu yang sangat penting, karena ini akan sangat mempengaruhi temperature. Dalam atmosfer (lautan udara) senantiasa terdapat uap air. Kadar uap air dalam udara disebut kelembaban (lengas udara). Kadar ini selalu berubah-ubah tergantung pada temperatur udara setempat. Kelembaban udara adalah persentase kandungan uap air dalam udara. Kelembaban udara ditentukan oleh jumlah uap air yang terkandung di dalam udara. Total massa uap air per satuan volume udara disebut sebagai kelembaban absolut. Perbandingan antara massa uap air dengan massa udara lembab dalam satuan volume udara tertentu disebut sebagai kelembaban spesifik. Massa udara lembab adalah total massa dari seluruh gas-gas atmosfer yang terkandung, termasuk uap air. jika massa uap air tidak diikutkan, maka disebut sebagai massa udara kering.
B. Tujuan Percobaan
Menentukan kelembaban udara suatu ruangan.

II. DASAR TEORI
Kelembaban udara ditentukan oleh banyaknya uap air dalam udara. Kalau tekanan uap air dalam udara mencapai maksimum . maka mulailah terjadi pengembunan. Temperature dimana terjadi pengembunan disebut titik embun.
Kelembaban mutlak adalah massa uap air dalam udara per satuan volume. Sedangkan kelembaban relative adalah perbandingan antara massa uap air per satuan volume dalam udara dengan massa uap air per satuan volume itu kalau tekananya sama dengan tekanan maksimum uap air pada temperatur udara, atau ditulis sebagai
Kelembaban relative =
Untuk menentukan tekanan uap air dalam udara, digunakan perumusan (Humpreys, 1940).
P=Pmax-0,00066 B(tk – tb) (1)



Dengan P = tekanan uap air dalam udara
Pm = tekanan uap air maksimum pada termperatur udara
B = barometer
tk = temperature yang ditunjukkan oleh tempreratur kering
tb = temperature yng ditunjukkan oleh temperature basah

III. METODE EKSPERIMEN
A. Alat dan Skema Alat
1. hygrometer putar (sling hygrometer) (lihat gambit 1)
2. hygrometer titik embun (dew pcint hygrometer) (lihat gambar 2)
3. tabel tabel




Sling Hygrometer Dew-Point Hygrometer


B Prosedur Percobaan
(1). Dengan sling hygrometer
1. catatlah suhu kamar dan kelembaban saat pengamatan dilakukan.
2. salah satu ujung thermometer dibashi dengan air sedang ujung yang lain dibiarkan kering.
3. sling hygrometer diputar selama 50kali putaran dan temperature kedua thermometer dicatat sebagai temperature kering(tk) dan temperature basah (tb).
4. langkah tersebut diulangi minimal 3 kali percobaan.
(2). Dengan dew point hygrometer
1. catatlah suhu kamar dan kelembaban saat pengamatan dilakukan.
2. cairan eter dimasukkan kedalam bumbung yang berdindsing luar mengkilat,tutup beserta termometernya.
3. eter dipaksa untuk menguap dengan cara memompa udara kedalam bumbung tersebut.
4. cata suhu thermometer saat dinding mulai berembun sebagai temperature kering(tk) dan saat mulai hilangnya embun sebagai temperature basah(tb).
5. langkah tersebut diulangi minimal 3 kali pengamatan.

IV. ANALISA DATA
Dalam percobaan ini, metode yang digunakan adalah metode perhitungan, yakni dengan mengolah data yang ada kedalam rumus yang dimiliki. Dari hasil pengamatan (B,tk,tb), hasil perhitungan P berdasar pers (1) dan hasil pembacaan tabel (pm, m) maka dapat dihitung “
˚ kelembaban relative = x 100%
˚ kelembaban mutlak = kelembaban relative x m
˚ titik embun =




Tabel
t = temperature, Pm = tek. max.uap air dalam mmHg
t˚C Pm Ρm x 10-6 t˚C Pm Ρm x 10-6 t˚C Pm ρm x 10-6
10 9,21 9,40 18 15,49 15,37 26 25,24 24,38
11 9,85 10,01 19 16,49 16,31 27 26,77 25,77
12 10,52 10,66 20 17,55 17,30 28 28,38 27,23
13 11,24 11,35 21 18,66 18,34 29 30,08 28,76
14 11,99 12,07 22 19,84 19,43 30 31,36 30,37
15 12,79 12,83 23 21,09 20,58 31 33,70 32,21
16 13,64 13,63 24 22,40 21,78 32 35,70 34,05
17 14,54 14,48 25 23,78 23,25
ρm = massa jenis uap air kenyang dalam gram/cm3






V. HASIL PERCOBAAN DAN PERHITUNGAN
t = 28˚C,Pm = 28,38 mmHg, ρm = 27,23 x 10-6 gram/cm3
B = 76 cmHg = 76x 102 mmHg
Tabel 1. Menggunakan Sling Hygrometer

no tk (˚C) tb (˚C)
1 27 24
2 28 25
3 27 24
4 28 24
5 27 24
= 27,4
tb = = 24,2
tk ± Δtk = 27,4 ± 0,5
tb ± Δtb = 24,2 ± 0,5

P = Pm – 0,00066B(tk-tb)
P = 28,38 – 0,00066 x 76x102(27,4-24,2)
P = 12,33 mmHg
Kelembaban Relatif = x 100%
= x 100%
= 43,44%
Kelembaban Mutlak = Kelembabn Relatif x ρm
= 0,4344 x 27,23
= 11,83 mmHg
Titik embun =
=
= 25,8˚C




Tabel 2. Menggunakan Dew-Point Hygrometer
no tb (˚C) tk (˚C)
1 20 22
2 19 22
3 21 22
4 21 22
5 22 23

= 20,6
tk = = 22,2
tb ± Δtb = 20,6 ± 0,5
tk ± Δtk = 22,2 ± 0,5



P = Pm – 0,00066B(tk-tb)
P = 28,38 – 0,00066 x 76x102(22,2-20,6)
P = 20,35 mmHg
Kelembaban Relatif = x 100%
= x 100%
= 71,7 %

Kelembaban Mutlak = Kelembabn Relatif x ρm
= 0,717 x 27,23
= 19,52 mmHg
Titik embun =
=
=21,4˚C

VI. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini praktikan menggunakan metode perhitungan. yakni denan mengolah data yang ada ke dalam rumus yang dimiliki. metode perhitungan ini memiliki kelebihan dan kekurangnya masing masing. kelebihan dari metode ini adalah praktikan hanya sekedar memasukkkan data dalam rumus. praktikan juga tidak harus kesulitan menggambarkan grafiknya. kekurangan dari metode ini adalah kekurang akuratan hasil yang diperoleh. karena hanya terpaku pada rumus dn kurang terkontrolnya hasil percobaan. seharusnya ditambah dengan metode grafik agar hasil yang diperoleh lebih akurat dan praktikan juga dapat melihat hubungan dari data data yang telah diperoleh dari percobaan yang dilakukan.
Praktikum ini menentukan kelembaban udara suatu ruangan.dengan cara meneliti terperatur di ruangan tersebut.karena temperature dapat menjadi tolak ukur untuk menentukan kelembaban udara.praktikum kali inipun masih terjadi sedikit penyimpangan data dari yang seharusnya.hal ini dikarenakan oleh kurang ketelitian praktikan dalam mengambil data,terutama saat melihat hasil pembacaan thermometer.dan mungkin karena keadaanb temperature yang kurang stabil.
Dari hasil data yang diperoleh menunjukkan perbedaan temperature yang tidak terlalu besar. hal ini dapat menunjukkan bahwa percobaan sudah mendekati kebenaran. dan setelah masuk dalam perhitungan hasilnya juga baik.uap air kenyang adalah keadan dimana yekanan uap air mencapai maksimum,sedangkan kelembaban mutlak adalah besarnya kelembaban udara yang seharusnya.jadi uap air kenyang sangat tergantung dengan kelembaban mutlak.jika tekanan uap air mencapai titik maksumum maka keadaan itulah akan terjadi pengembunan.hal ini di sebut titik embun.

VII. KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan dan perhitungan data diperoleh hasil sebagai berikut :
menggunakan Sling Hygrometer
tekanan uap air dalam udara = 12,33 mmHg
kelembaban relatif = 43,44%
kelembaban mutlak = 11,83 mmHg
titik embun = 25,8˚C


menggunakan Dew-Point Hygrometer
tekanan uap air dalam udara = 20,35 mmHg
kelembaban relatif = 71,7 %
kelembaban mutlak = 19,52 mmHg
titik embun = 21,4˚C

VIII. DAFTAR PUSTAKA
Humpreys,W.J.1940.Physics of the air.The Maple Press Company.York.P.A,hal 15.

Yogyakarta, 11 september 2009
Asisten Praktikan


Aris Kriswanto

2 komentar:

  1. Maaf, Jannah ngga minta ijin dulu, mau ngopi Artikelnya. Trims,

    BalasHapus
  2. ijin mbaca mas, sekalian ngopi.. haha

    BalasHapus